19 March 2016

Berpetualang Ke Puncak Gunung Tandikat (Tandikek) Sumatera Barat

Advertisement
Gunung Tandikat merupakan salah satu gunung api yang berada di di dataran tinggi Sumatera Barat. Dalam bahasa minang gunung ini disebut dengan nama Gunung Tandikek. Gunung Tandikat termasuk salah satu dari tiga gunung yang dikenal dengan sebutan Puncak Tri Arga yang berarti penyangga langit Minangkabau yang di antaranya Gunung Marapi, Gunung Singgalang, dan Gunung Tandikat. Gunung yang bertipe stratovulcano ini memiliki ketinggian 2438 meter di atas permukaan laut dan merupakan gunung terendah di antara ketiganya.

Nah, bagi kamu yang hobi berpetualang tidak ada salahnya untuk mencoba mendaki gunung yang satu ini. Walaupun gunung ini merupakan salah satu gunung yang jarang didaki, namun masih banyak menyimpan keindahan alam yang luar biasa indahnya. Selain itu kamu juga akan disuguhkan oleh pemandangan Danau Maninjau yang berada di sebelah barat gunung ini.

Lokasi Gunung Tandikat


gunung tandikat sumatera barat

Secara administratif gunung ini berada di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Gunung Tandikat membentang lebar ke arah selatan dan berbatasan dengan Danau Maninjau di sebelah baratnya. Di sebelah utaranya gunung ini berdampingan dengan Gunung Singgalang, dan di sisi timurnya merupakan gugusan pegunungan vulkanik Tersier yang sudah tua.

Jika kita dari kota Padang, jarak yang harus ditempuh untuk sampai ke kaki gunung sekitar 80 Km atau 7,5 Km dari kota Padang Panjang.

Pendakian Ke Puncak Gunung Tandikat


Seperti yang telah disampaikan sebelumya, gunung ini jarang sekali didaki dan masih banyak hewan liar yang bisa kita temui selama perjalanan. Karena jarang didaki, jalur pendakiannya pun kurang jelas. Keadaan jalan setapaknya yang tidak jelas dan bahkan kadang-kadang hilang atau terputus. Jadi, jika kamu akan mendaki ke gunung Tandikat sangat disarankan untuk membawa peralatan navigasi yang lengkap. Selain itu kita juga akan menemukan banyak sekali hewan pacet di sekitar jalan setapak pada ketinggian 650-1.700 mdpl. Hal tersebut membuat gunung ini menjadi tantangan tersendiri bagi pendakinya.

Pendakian ke gunung tandikat dimulai dari Lembah Anai Resort yang merupakan salah satu jalur rintisan untuk menuju ke puncak tandikat. Pada tahun 1998 tim Mapala Unand pernah merintis jalur pendakian dari titik ini dengan waktu tempuh 5 hari mendaki dan 2 hari turun. Jalur ini dimulai dari tower Satelindo di kawasan Anai Resort dengan elevasi 665 mdpl. Namun jalannya sangat rumit karena semak-semak yang rapat dan didominasi oleh tumbuhan pakis dan rotan.

Baca juga:

Sekitar 45 menit perjalanan dari tower, kemudian kita akan tiba di air terjun Lurah yang alami karena air terjun ini berada di tengah hutan dan jarang sekali dikunjungi. Akan tetapi tidak mudah untuk turun ke air terjun ini. Hal yang menarik dari air terjun ini juga merupakan wilayah perlintasan bagi hewan primata siamang dan simpai.
Setelah itu perjalanan akan dilanjutkan ke arah barat menuju punggungan sungai Paraman Sani, yang merupakan sumber air untuk Anai Resort. Dari sini perjalanan dilanjutkan hingga melewati Bukit Sangkur. Di antara ketinggian sekitar 1000 hingga 1500 mdpl rute yang ditempuh sangat curam, dan dari titik-titik tertentu kita bisa melihat pemandangan kota Pariaman dan batas pantainya dengan jelas.

Selain menempuh jalur ini, kita juga bisa mendaki melalui beberapa rute lainnya antara lain melalui rute Desa Singgalang Ganting dan rute Desa Malalak. Namun rute yang paling mudah ditempuh adalah dari Desa Singgalang Ganting.

Setibanya di puncak kita akan disambut oleh panorama kawah gunung tandikat. Di sini terdapat tiga kawah yang di antaranya diberi nama kawah A, B, dan K. Tidak hanya itu, dari atas puncak kita akan menyaksikan pemandangan Gunung Singgalang yang lokasinya bersebelahan dengan Gunung Tandikat.

Berbagi informasi tentang tempat wisata di Sumatera Barat


EmoticonEmoticon