23 August 2016

Menilik Kemegahan Jembatan Layang Kelok 9 di Sumatera Barat

Advertisement
Apa kabar dunsanak pembaca setia WisataSumbar.id? Semoga sehat dan selalu semangat dalam menjalankan aktifitas ya. Pada artikel kali ini admin akan mengulas tentang megakonstruksi Kelok 9 yang merupakan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.

Bagi dunsanak yang berdomisili di kota Payakumbuh atau sekitarnya mungkin sudah tidak asing lagi ya dengan Kelok 9. Atau dunsanak yang merantau ke Pekanbaru pasti pernah melewati Kelok 9. Seperti yang kita ketahui pembangunan jembatan layang Kelok 9 memakan waktu yang sangat panjang, yakni lebih kurang 10 tahun dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2013 lalu.

Karena lokasi jembatan Kelok 9 berada di kawasan lembah yang sangat indah dan dikelilingi oleh dua cagar alam, yakni Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau, Kelok 9 kini menjadi destinasi wisata yang sangat menarik. Di sana terdapat beberapa spot untuk menikmati pemandangan alam yang hijau serta udara yang sangat sejuk. Nah, untuk keterangan lebih lanjut tentang Kelok 9 sudah admin rangkum pada artikel berikut ini.

Sekilas Tentang Kelok 9


jembatan layang kelok 9 payakumbuh
Foto: @yoeozar

Kelok 9 atau Kelok Sembilan adalah jalan penghubung antara Sumatera Barat menuju ke Provinsi Riau dengan bentuk jalan yang berkelok sebanyak 9 kelokan (belokan). Kelok 9 terletak sekitar 30 km sebelah timur Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Tepatnya di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kab. Lima Puluh Kota. Dengan memiliki tikungan yang tajam, berbatasan langsung dengan jurang serta diapit oleh dua perbukitan dan dikelilingi oleh dua cagar alam: Cagar Alam Harau dan Cagar Alam Aie Putiah.

Baca juga: Indahnya Bukit Batu Manda Belubus di Lima Puluh Kota

Sekarang ini telah dibangun jembatan layang yang memiliki total panjang sekitar 2,5 km yang membentang meliuk-liuk melintasi dua dinding bukit yang terjal. Terhitung, jembatan ini menyeberangi bolak balik bukit sebanyak 6 kali dengan tinggi tiang beton yang bervariasi mencapai 58 meter.

Jembatan layang kelok 9 mulai dibangun pada tahun 2003 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2013.

Sejarah Kelok 9


Jalan kelok 9 dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda antara tahun 1908-1914 dengan lebar hanya 5 meter dan tinggi sekitar 80 meter. Tujuannya yaitu untuk menyiasati beda ketinggian yang mencolok antara jalan bagian atas dan bagian bawah.

Tercatat dalam sehari jalan ini dilalui oleh lebih dari 10 ribu kendaraan dan meningkat 2 sampai 3 kali lipat pada hari libur atau perayaan hari besar, serta terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan peningkatan jumlah kendaraan yang sangat tinggi serta kondisi jalan yang tidak mendukung, maka setiap hari terjadi kemacetan dan sering terjadi kecelakaan.

Baca juga: Air Terjun Lubuk Batang, Surga Tersembunyi di Lima Puluh Kota

Untuk mengatasi persoalan ini, Ir. Hediyanto W.  Husaini selaku Kepala Dinas Prasarana Jalan Sumatera Barat mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membangun jembatan layang. Setelah memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat melalui BPPN, Jembatan layang mulai dikerjakan pada November 2003.

Keindahan Alam di Kelok 9


Karena lokasi Kelok 9 berada di antara dua cagar alam, yakni Cagar Alam Aie Putiah dan Cagar Alam Harau, tempat ini memiliki daya tarik tersendiri. Di sini kita akan disuguhkan oleh pemandangan jembatan layang Kelok 9 yang sangat megah. Selain itu mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan perbukitan yang hijau dan udara di sana pun sangat sejuk.

jembatan layang kelok 9 sumatera barat

Sekarang ini di Kelok 9 terdapat beberapa spot untuk berhenti sejenak, kita juga bisa mengabadikan moment dengan foto berlatar belakang kemegahan jembatan layang. Nah, karena udara di sini sangat dingin kamu bisa sejenak menghangatkan tubuh dengan menikmati secangkir kopi yang terdapat pada warung-warung di sekitar Kelok 9.

Baca juga:  Padang Mangateh, “New Zealand”-nya Sumatera Barat

Jadi, karena Kelok 9 merupakan destinasi wisata alam yang sangat indah, tidak ada salahnya dong tempat ini dimasukkan ke daftar tempat wisata di Sumatera Barat. Sekian dulu pembahasan pada artikel kali ini, dan terima kasih telah berkunjung.

Berbagi informasi tentang tempat wisata di Sumatera Barat

2 komentar

Dunsanak jan dirubah penyebutan Kelok Sambilan menjadi Kelok Sembilan. itu merubah keaslian nama Tempat dengan kata lain jangan di Indonesia kan, contoh lain Padang Luar tetap ditulis Padang Lua jangan Padang Luar. Ampek Angkek jangan 4 angkat atau empat angkat itu merubah arti.

Tarimo kasih awak ucapkan untuk dunsanak Haslizen Hoesin atas sarannya. Memang ada beberapa kata atau nama tempat di artikel ini yang tidak sengaja saya 'indonesiakan'. Untuk kedepannya saya akan berusaha agar tidak terjadi kesalahan penulisan lagi :)


EmoticonEmoticon